Hobi baru, gonta-ganti batu


Selamat Siang Indonesia!

Masuk ke musim hujan, cuaca Jogja seminggu belakangan cenderung mendung dan hujan deras. Tapi bukan halangan untuk beraktifitas, meskipun harus menyesuaikan disana-sini.

Sambil kerjakan pledooi dan mengkonstruksi langkah hukum, saya sempatkan untuk mengisi blog yang ternyata hampir satu juta hits sejak dibuat pertama kali ini.

Senang rasanya, beberapa pengunjung blog merasa terbantu dengan adanya tulisan disini. Seperti cara setting jam casio, lepas ban cadangan kijang kapsul, atau perawatan mesin diesel 2L.

Sebenarnya banyak yang ingin saya curahkan disini, seperti kelanjutan touring bareng Supra GTR 150 kemarin, juga jalan-jalan bareng koboys ke HBD Honda di Gunung Kidul beberapa minggu yang lalu.

Ah tapi waktu ku bersama Lubna bersama Ibunya terlalu berharga untuk dilewatkan, bahkan untuk sekedar memainkan jemari diatas papan keyboard laptop tua ku itu.

Hobi ini dimulai sejak tahun 2015, bersamaan dengan booming batu akik di Indonesia. Hmm, sebenarnya akik dan kawan batu lainnya bukan hal baru bagi saya. Dulu alm. Papa punya banyak koleksi, karena saya tak berminat, ketika sang pemilik pergi (untuk selamanya) batu rawatan alm. Papa seperti kehilangan induknya. Tak terawat dan teronggok dikotak perhiasan. Daripada tak bermanfaat lalu saya berikan ke tetangga saja.

Sekarang sedikit banyak paham mengenai batu, setelah diingat-ingat koleksi alm. Papa memang bukan batu sembarangan, hehe sayang sekarang ndak di saya lagi.

Koleksi saya ndak sedahsyat teman-teman di grup “Barter Batu Akik Jogja” , bahkan ada salah satu anggotanya yang memiliki koleksi ratusan batu berbagai jenis (ada sekitar 220 buah!). Disanalah hobi saya semakin berkembang dengan cara barter antar anggota!

DSC_0029[1]
Temu darat untuk saling barter dan menambah kawan
Sensasi barter sangat berbeda dibandingkan dengan sekedar membeli, kalau membeli ada uang batu di tangan.

Sedangkan barter kita dituntut untuk telaten dan sabar untuk mendapatkan batu andalan oum-oum (sapaan di grup tersebut) disini. Bahkan kalau sama-sama klik, banyak harta karun yang bisa kita dapatkan hanya dengan modal batu yang sudah disepakati dan obrolan kopi ngalor-ngidul. Intinya SEDULURAN PERMANEN SAKLAWASE dan masing-masing anggota grup tunduk dengan peraturan berani retur kalau ternyata batu yang didapat dari hasil barter ternyata tak sesuai dengan gambar dan deskripsi lawan barter.

Sedangkan untuk keamanan transaksi barter, pihak yang saling barter harus posting untuk minta testimoni kepada anggota grup. Sehingga terjadi saling cek, harapan agar tak terjadi barter bertepuk sebelah tangan (salah satu kirim batu, yang lain kabur atau bahkan kirim batu tak sesuai dengan deskripsi kesepakatan.

Beberapa batu saling tukar dengan temen-temen BBAJ:

Kalau ditanya batu favorit? Saya lantang sebut ketiga batu dibawah ini:

Semoga yang singkat ini menjadi manfaat, saya lanjut dulu oom.

Iklan

5 respons untuk ‘Hobi baru, gonta-ganti batu

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s