Dilema: bengkel resmi vs bengkel umum?!


Selamat Sore Indonesia!

Jumpa lagi setelah berbulan-bulan lamanya tanpa progress :mrgreen:, terakhir ketemu ditulisan ini yak (baru setahun yang lalu sih) 😆

Makin kesini makin paham karakternya Jeung Meggy. Dia ini agak – agak alergi di sentuh mekanik bengkel resmi :twisted:, bukan tanpa alasan om. Beberapa kali ku bawa ke bengkel resmi malah enggak nyaman goyangannya :sad:,

 

Apa iya Jeung Meggy di-anak-tiri-kan mekanik bengkel resmi?
Bisa saja 😈

Bandingkan sajalah waktu kerja mekanik bengkel resmi kalau menangani motor-motor injeksi itu, pastilah tidak seribet dan serumit menangani motor berkarbu-jadulku ini. Asumsi kasarnya sejam bisa nangani 6 motor injeksi, kalau nangani motor karbu cuma dapet 2 motor saja :mrgreen: Kalau secara time is money mengerjakan motor karbu tidaklah worthed  adanya :lol:. Sehingga dimungkinkan pekerjaannya buru-buru dan tanpa perasaan sehingga Jeung Meggy menjadi haus kasih-sayang dan belaian 😦

Entah memang begitu adaanya atau perasaanku saja ya!? Perasaan kalian-kalian pemakai motor karbu ketika servis di bengkel resmi begimana? SAMA? 😈

Kemudian saya mengadakan riset mendalam dengan tujuan mendapatkan bengkel mantabh (BH!) dan sadap! Pernah kapan gitu ketempat Om Aziz di Negara Wates sana, memang sadap pijitanya tapi jarak memisahkan kita 😦 Tak tunggu WDOHC chapt. Jogja Kota deh om 😎

Pencarian dilanjutkan dan berakhirlah pada suatu bengkel di sekitarnya stasiun Patukan, selatan stasiun -barat jalan sebelum portal kereta. Tersebutlah bengkel e pak Budi tapi bukan Budi Budheng :lol:. Bengkel kumal tapi sarat pengalaman, ditenagai 3 orang mekanik termasuk pak Budheng Budi :lol:, setalah mengadakan penyidikan dan penyelidikan terungkaplah fakta bahwa pak Budheng Budi ini mekanik bengkel Coen yang termahsyur itu. Bengkel legendaris di pusat Kota Jogja yang berjaya di tahun 90an. Ada yang unik disini, untuk pekerjaan tune-up kedua mekanik dipercaya untuk mengeksekusi, tapi urusan stel klep pak Budi selalu turun tangan sendiri. Banyak yang bilang stelan klep beliau tiada duanya, ehe ehe 😎

Dan memang benar adanya, setelah beberapa kali membandingkan kualitas kerja bengkel ini dengan bengkel resmi, kualitas bengkel pak Budi memang mantabh (BH!) adanya 😎 Kalau saya sedang ada kesibukan dan tak bisa menangani sendiri (psst sekarang saya bisa stel klep dan stel air screw sendiri loh) bengkel inilah yang rutin memberikan belaian dan kasih sayangnya ke Jeung Meggy.

Tulisan depan tak ceritain suka dukanya belajar stel klep dan stel karbu secara mandiri. Eh sekali-kali postingan tanpa gambar bolehlah ya 😉

 

Iklan

12 thoughts on “Dilema: bengkel resmi vs bengkel umum?!

  1. Betul bro, bengkel resmi (beres) kerjanya kaya robot (standard), beda sama mbengkel umum yang juga bisa ngoprek (tergantung jam terbangnya si mekanik).

  2. Saya juga ngerasain semenjak era motor injeksi, pelayanan mekanik bengkel resmi terhadap motor karbu mulai setengah hati.

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s