Selamat Siang Indonesia!

Beberapa bulan tanpa postingan nih, mulai terbiasa khaan 😎 . Begimana kabarnya om?! Masih mantabh to!?!? 😎 . Kali ini om Gasat mau kenalin temen baru Jeung Meggy, sama-sama fosil peninggalan jaman purbakala, tepatnya sebelum jaman es mencair 😎 .

Tereng teng teng teng..

Beliau adalah Yamaha RXZ generasi kedua, masih tergolong kendaraan roda dua yang syar’i,  pakai “kerudung” juga kayak Jeung Meggy πŸ˜† . Kebetulan RXZ yang ini generasi kedua dari keluarga RXZ tepatnya berkoda 3UK1 (sumber), untuk ulasan teknis dan mendalam bisa mampir ke blog ini dan blog itu. Sesuai karakter mesin yang kecenderungannya enak diputaran atas-atas. Cocok untuk berkendara jarak jauh sehingga benar adanya penambahan “kerudung” diatas kepalanya, supaya tusukan angin tidak pas kena dada pengendara (setidaknya demikian).

Tak kira cukup yak, perkenalannya :wink:, nyuk dilanyut.

Perjalanan diawali dengan berdoa dan mengisi tangki masing-masing, setidaknya jam 0900 selongsong gas dipuntir-puntir sampai melintir :mrgreen:.

diisi dululahfosil pertama: delapan liter cukuplah yah

Selayaknya Posita yang harus selaras dengan Petitum (orang hukum ngerti nih 😎 ), maka kami arahkan stang kemudi ke dataran Klaten jauh, menuju objek wisata air Ponggok. Disana kita akan berenang bersama ikan-ikan ramah penjaga mata air abadi 😎 .

Maka kedua fosil itupun mulai menggilas aspal Jogja-Solo..

dari jogjafosil kedua: memang antik diliat dari sini 😎

Beberapa kali Pak Petani buah-buahan yang juga juragan perikanan ini meninggalkan Jeung Meggy. Supaya kabel gas licin katanya :lol:, memang ndahsyatlah ya, narik mesin 2tak macam RXZ. Sekalinya dipelintir ilang, ninggal suara garing dan asep putihnya saja, ehe ehe πŸ˜†

Tak lupa momen double date ini diabadikan dengan tongkat ali narsis pinjeman adiknya Nyonyah yang memang alay adanya πŸ˜† . Sayang seribu sayang, diharap hasil jepretan layaknya go pro, apa daya kamera Oppo tak tersedia fasilitas wide angle. 

menuju ponggokbanyak yang bilang saya kurusan 😳

Perjalanan santai, kami lebih menikmati proses perjalanan, bukan kecepatan 😎 . Bentar-bentar berhenti nontonin sawah ijo yang mulai jarang ditemui, kan Jogja semakin subur rimbunan hotel dan perumahan 😈 . Jeung Meggy dipersilaken memimpin rombongan (lebih dari satu motor dianggap sebagai rombongan πŸ‘Ώ . Ini sebenarnya penghinaan!!! Mentang-mentang 2tak!!! Katanya kalo Jeung Meggy ngebut, nggak lama si RXZ bisa nyusul!! Afu og Pak Petani iki πŸ‘Ώ

Prosesi gilas aspal siang itu membuatku semakin memahami karakter mesin kaizen yang legendaris ini. Kalau sebelumnya masih kaget dengan getaran mesin Jeung Meggy, sekarang ku mulai terbiasa. Kunci utamanya pelintir gas dengan mantap, karena karburator Megapro Primus modelnya skep beda dengan vario lamaaku dulu. Kalo vario memang karakternya harus ngurut gas.

Gas poool sambil mainkan tuaskan kopling, lupakan jarum RPM.. Nikmati vibrasinya!!!

Kalo saya ya, jalan-jalan gini jarang ambil dokumentasi. Perjalanan lebih baik diceritakan, karena nilai fantasinya lebih berasa.

Eh tapi kalo ga ambil gambar ini – itu, blog ini bisa kering ding ya πŸ˜† :evil:, ya tak kasih gambar lagi. Supaya tidak garing 😎

masih berduasaya tidak fokus! didepanku sekumpulan gadis desa sedang melintas 😯

Sorot mataku kesana – kemari πŸ˜† . Kemudian gerbang objek wisata mulai nampak, kerumunan tukang parkiran dan para pengunjung memadati area ini. Tuas kopling dimainkan setengah seiraman pelintiran gas, jalan pelan-pelan sekali..

Situ siapkan saja uang 30ribuan saja, sudah termasuk retribusi (5ribu) sewa mask & snorkel (10ribu), sewa pelampung (5ribu), dan fin (5ribu juga). 5ribu yang lain bisa ditukarkan tempe mendoan atau cilok isi daging tikus 😈

Ada juga loker 3ribuan, biasanya out of stock sih tapi πŸ˜†

pas diponggoksampai sana jam 1000, mulai anget

Situ bayangkan saja, mata air melimpah dan didalamnya didiami sekumpulan ikan segede paha remaja gemesh :mrgreen: , boleh tuh dibawa gadget tahan airnya. Tak punyapun tak apa, disewakan 100rebu untuk sejam sudah termasuk tukang potonya. Situ tinggal bergaya saja.

ponggok nyelamseperti dilaut, tapi air disini tidak asin :mrgreen:

Kalau terpaksanya kesini pas week end, datanglah sebelum jam 1200, poto-poto masih nyaman. Kalau beruntung bisa berfoto bersama ikan!!! Objek wisata ini diatas ekspektasi saya. Saya puas! Serame-ramenya disini situ masih bisa snorkling dengan nyaman kok. Kan disini luas sekali πŸ˜‰

Saranku ya, pemanasan dululah. Beberapa ku temui pengunjung yang kram ditengah kolam, bahaya tuh. Bisa tenggelam. Sedangkan situ-situ yang bisa berenang tak usahlah sewa pelampung, tidak nyaman tak bisa menyelam 😎

Tak kira segitu dululah, sampai jumpa berbulan-bulan kemudian πŸ˜†

Iklan

20 thoughts on “Dua fosil idup jalan-jalan ke Ponggok!

  1. satunya yang item belum fosil…..kalau mayat sih mungkin baru membusuk hahahaha
    *kidding, btw jadi pengen nyelem nyelem, mata airnya jernih sangat.

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s