Kenapa Megapro?! (I)


Selamat Malam Indonesia!

Nih tak lunasin utang posting tulisan kemarin dan kemarinnya lagi 😎
Menjawab tanda tanya besar dikepala kalian, KENAPA?!

???????????????????????????????pas ke Dieng nih 😎

Tau sendiri toh perjalananku yang semi-semi perjalanan jarak jauh, kemarin sempat saya singgung ditulisan ini. Kali ini berperan sebagai makhluk pelahap aspal Ring Road selatan. Domisili saya yang berada di Jogja selatan (masih kota!!! e tapi beberapa ratus meter ke selatan masuk wilayah bantul 😆 ) mengharuskan raga ini berpindah ke kantor yang terletak dikaki gunung bukit Pathuk, Gunungkidul. Setidaknya Senin sampai Jumat.

1357833466680ini menuju ke kota Ungaran!

 

 

Cukup singkat, hanya 12 km sekali jalan. Kalau pulang pergi ya dikalikan dua saja. Sedangkan waktu tempuh cukuplah 25 menit 😎 . Jalan lingkar yang membentengi Kota Jogja ini terdiri dari aspal mulus dengan beberapa persimpangan, melewati enam persimpangan sebelum sampai ke tujuan. Kecepatan rata-rata ada dikisaran angka 50 sampai 80 km/jam.

up5nostalgia :mrgreen:

 

 

Itu belum termasuk perjalanan ekstra untuk singgah ke kediaman beberapa Klien dan rekan kerja, yang tak jarang berada di ujung belahan Jogja sana (dari pojok ke pojok :mrgreen: ). Varioku yang mulai karatan dimakan debu jalanan tak sanggup lagi menjelajah. Tenaganya mulai menurun sejak perjalanan ke Bali tempo hari 😆 . Metik memang tak didesain untuk perjalanan jauh, panasnya mesin bikin belt selip dan tidak lagi menggigit pulley. Efek dominonya: tenaga drop, konsumsi BBM juga boros.

DSC03078menuju Bali, begitu. Ganti. *tilulit

Bahkan beberapa kali menghambat aktifitas! Sempat mogok ditengah perjalanan..

Dorong Vario.. Hujan-hujan.. Sore menjelang malam..

Menyusuri kerasnya aspal jalan lingkar Selatan..

Badan remuk redam 😦

SEMPURNA 😎 😈

Cukuplah tiga kali kau hambat aktifitasku 😈

Saya tak menyerah begitu saja. Sempat bersemangat! Kuda putih harus sehat kembali. Sebelum purna tugas, saya relakan beberapa lembar merah demi menebus kumparan alternator-aki-ban depan. Dia dalam kondisi terbaiknya 😉

Jikalau harus dipecat, pecatlah secara terhormat! 😎

Sekarang bersama majikan barunya, sang Mama tercinta 😎 . Rute singkat tak lebih 10 km tiap minggunya 😎

Lalu, kenapa Megapro!?

Ntar ah, lanjut ditulisan depan 😆
Ini sudah kepanjangan, ntar kalian bosan pula 😎

 

 

 

Iklan

16 thoughts on “Kenapa Megapro?! (I)

  1. Saya pernah juga membawa matic untuk perjalanan jauh dari pekanbaru ke sumbar tepatnya ke kabupaten pesisir selatan bersama istri.. lebih nyaman naik metik sih… dari pada bebek. ketika itu saya naik spacy.. sering berhenti untuk menikmati pemandangan dan foto foto… pokoknya wuenak lah… memang rada pegal.. dan pantat panas karena tempat duduk si spacy rada keras..
    Nice posting mas… salam kenal

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s