Bromo: Hamparan Pasir Abadi


Selamat Siang Indonesia!

Belakangan ini ( ๐Ÿ˜Ž ) tiap buka wordpress selalu kentang, muncul gambar kotak-kotak gak tertampil, sampai susunan isi blog yang acak-acakan. Ketika mood menulis sedang diatas, lalu wordpress berkelakuan seperti itu, saya cuma bisa mengelus dada ๐Ÿ˜ฆ .

Mumpung wordpress sedang normal, yuk ikuti perjalanan saya liburan lebaran kemarin.ย Eman-emanย  kalau didiemin di folderย draft.

Siapa tahu bisa berguna bagi sesama ๐Ÿ˜Ž

Ini rangkaian perjalanan ke pulau garam kemarin, tentu saja bersama cumi-cumi yang patah kakinya ๐Ÿ˜†

Saya dan keluarga besar (kami), melakukan penjelajahan ke Bromo :mrgreen: , demi menyaksikan keindahan Bromo dan kejamnya lautan pasir disana ๐Ÿ˜Ž

editedini para gadis petualang ๐Ÿ˜†

Karena musim liburan, tarif sewa jip disini ikut melambung ๐Ÿ˜ฏ , setelah tawar menawar disepakati harga enamratus limapuhluh ribu rupiah untuk satu kali sewa tanpa batas waktu ๐Ÿ˜‰ . Jadi kami bebas berlama-lama disini.

Meskipun sudah ada kesepakatan harga, jip yang membawa kami bertualang belum tersedia. Cukup lama, sejam kurang-lebihnya ๐Ÿ˜ฆ . Tapi tetep ceria dong ya ๐Ÿ˜Ž

edited2saya ganteng!

Pihak pengelola atau paguyuban persewaan jip Bromo sebaiknya berlaku profesional, jadi wisatawan ga direpotkan dengan tawar-menawar dan tunggu-menunggu. Dibuat sistem antre yang rapih atau menerapkan reservasi beberapa hari sebelum kedatangan. Kasian wisatawan yang buta medan, bisa dimainkan calo jip nih ๐Ÿ˜ฏ

Transportasi disini beragam om, ada ojek pakai GL-Pro, mobil bak terbuka (pikep), dan kasta tertingginya siapa lagi kalo bukan Toyota Hardtop ๐Ÿ˜Ž . Kalau mau murah bisa pakai pikep, tapi bawa masker dan jaket tebal karena di kaki gunung Bromo sering badai pasir. Siap-siap ngelap pasir saja. Tapi saya gak merekomendasikan, sangat tidak merekomendasikan ๐Ÿ˜ก . Kasian ntar, pada belepotan pasir.

edited3penumpang diangkut!

Kendaraan ini berkapasitas delapan penumpang, enam dibelakang, dua didepan jejeran sama sopir ๐Ÿ˜Ž

Meter indikator lengkap diย dashboard ๐Ÿ˜ฏ

edited5suhu kabin menunjukkan sekitar 30 oC

snorkelEntah apa maksudnya, tapi jip yang kami tumpangi dilengkapi pula dengan snorkel. Itu lho belalai pernapasan mesin supaya aman melibas sungai atau banjir tanpa resiko water hammerย :mrgreen: . ย Padahal trek yang kami lalui tanpa basah sedikitpun ๐Ÿ˜†

Yah, memanjakan penumpangnya. Gagah!

Langsung saja kemudi diarahkan ke kompleks lautan pasir bromo, di kanan-kiri kulihat banyak pohon cemara dan ladang tempat sayur-mayur berkembang biak om.

edited7

Jalanan sempit dan medan curam menurun, sangat tidak merekomendasikan kendaraan pribadi dibawa kesini. Kasian aja sih kalo saya, dan eman-emanย :mrgreen:

Beberapa kali berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan, meskipun ini kendaraan berdimensi lebar tapi pak supir sudah paham medan. Tetep, deg-degan tak kunjung berakhir.

Kemudian turunan yang sangat! Sangat curam! ๐Ÿ˜ฏ
Berkelok pula ๐Ÿ˜ˆ

jalan ke bromosempat berpapasan dengan jip lain, rasanya ini mobil seperti tumpah. Tumpah ke jurang ๐Ÿ˜ฏ (sayangnya tidak sempat diabadikan)

Dari kejauhan terlihat angkuhnya Bromo, berdiri tegak di kelilingi benteng pasir. Pasir vulkanik terlokalisasi ( :mrgreen: ) selamanya terjebak di lembah kelam ๐Ÿ˜† .

Baiklah, kami sampai!

pasir bromountuk kesini, cuma ada satu pintu masuk sekaligus pintu keluar.

Kalau bertualang dengan kendaraan pribadi, sebaiknya dilengkapi GPS om. Ga lucu aja kalo terjebak disini karena bingung arah jalan pulang.

Suatu saat nanti saya harus kemari malam-malam lalu berkeliling dengan Land Cruiser XV pribadi ๐Ÿ˜Ž (Mimpi adalah kunci :cool ๐Ÿ™‚

Pasang masker, sesi foto perdana akan segera dimulai.

edited12

Kemudian..

edited15ini kami ๐Ÿ˜Ž

Oh kurang!?
Kasih dah kasih..

edited16Sesi pertama dirasa cukup, dilanjut ke lokasi selanjutnya. Ada bukit teletabis yang harus dijelajahi. Kali ini posisi duduk kabin depan berubah, nenek-adek-dan si keriting kecil duduk di depan ๐Ÿ˜Ž

edited13lah, ada bantalnya juga!!?

Cukup jauh.

Beberapa kali pak sopir ngerjain ininih. Mentang-mentang jip badak tahan banting, dipilihlah jalur yang penuh gundukan pasir. Jangan bawa ibu hamil disini, bisa gugur ditempat sang jabang bayi (ini berlebihan ๐Ÿ˜† ).

Seru juga nih, pembinaan POKDARWIS (kelompok sadar wisata) termasuk berhasil. Wisatawan disuguhi pemandangan mantabh (akhirnya pake BH, fiuh :mrgreen: ), sambil diselingi atraksi-atraksi yang sukses membuat wisatawan terkenyut terkejut ( ๐Ÿ˜Ž ).
Obrolan santai sambil menerbangkan pasir..

edited17

Kemudian sampai di sebuah tempat yang dinamakan bukit teletabis ๐Ÿ˜Ž

edited17aMana bukitnya, mana teletabisnya?!

edited18bukan teletabis, tapi memang unyu-unyu :mrgreen:

Sambil nyariin teletabis yang tak kunjung diketemukan, sesi foto bersama dulu lah ๐Ÿ˜Ž

edited19ini mantabh (bh kedua!)

Tiba-tiba teletabis menampakkan keberadaannya ๐Ÿ˜ฏ . ย Kecil sih. Moga-moga situ liat.

edited19aini lansekap paling sadap sejauh ini, whoa!

Ijo dimana-mana, dan memang seperti bukit teletabis adanya, cuma sayangnya sudah tengah hari. Kalo lama disini bisaย over-heat terpanggang matahari. Kami berkemas ke tujuan berikut: PASIR BERBISIK, pssst ๐Ÿ˜ณ

edited21Angin yang membawa pasir diantara sela-sela bukit pasir, menyebabkan desis yang serupa bisikan ghoib. Udah cuma itu aja ๐Ÿ˜† .ย Cakep nih kalo petualangan disini, seperti terjebak hamparan padang pasir di timur tengah sana.

Kurang onta saja dan tarian perut saja ๐Ÿ˜ณ
*kemudian”ayat-ayat cinta” sayup terdengar.

Mari beranjak, jangan terbujuk bisikan setan disini ๐Ÿ˜ˆ , cepat-cepat beranjak karena baday pasir menerjang! Menginjak ke tujuan berikutnya: Kawah Bromo!

Ketika hampir sampai parkiran, jip yang kamu tunggangi disergap kawanan koboy lokal pengangkang kuda tunggang. Maksudnya ya itu, menawarkan jasanya mengantar pengunjung ke bibir kawah.

edited23a

Jangan, jangan diladeni. Bisa dipastikan harganya mahal. Sebaiknya tawar menawar sendiri setelah turun dari jip. Saya keras kepala tak memakai jasa mereka.

Tapi perempuan ini tidak, ia mengendali kuda supaya baik jalannya.

edited22yiha!!!

Terengah-engah akhirnya sampai pada jajaran anak tangga, tinggal seribuan langkah lagi untuk ke bibir kawah.

Ini lelah!

edited23

setiap beberapa anak tangga ada semacam check-point supaya tidak kelelahan

Ratusan anak tangga dilahap, entah berapa liter keringat yang tertumpah. Disini berangin, bawa kaca mata dan masker adalah pilihan bijak.

Sebanding.

edited24

edited25sekaligus pertemuan terakhir dengan Casio Edifice, sebelum meninggalkan saya untuk selamanya

Bau belereang sangat menyengat, masker medis ijoku itu tidak kuasa menahan aroma khasnya, yaik ๐Ÿ˜† . Sangat disayangkan, banyak sampah yang dilemparkan pengunjung atau tak sengaja terbawa angin yang masuk ke bibir kawah.

Untungnya..

Masih ada orang yang bertaruh nyawa demi kebersihan Bromo ๐Ÿ˜› .
Siapapun situ, saya salute!

edited26tanpa tali pengaman, cuma masker-penutup kepala-dan nyali tanpa batas

Cukup lama disini, teringat anggota rombongan lain yang pastinya sudah menunggu. Saya memutuskan pulang, lagi-lagi menuruni ratusan anak tangga dan hamparan pasir. Kali ini saya menyerah, setelah menuruni anak tangga sayapun menyewa jasa sang koboi :mrgreen:

Harga sewa empatpuluh ribu saja, diantar sampai parkiran. Bawa uang pas atau iklaskan saja kembaliannya ๐Ÿ˜‰

edited27Besok kesini lagi, tapi bawa Land Cruiser XV ๐Ÿ˜Ž

Pasti berguna!

Iklan

13 thoughts on “Bromo: Hamparan Pasir Abadi

  1. Pasir berbisik itu mananya bukit teletabis mas? Saya ke sana motoran kok gak tau tempat pasir berbisiknya?

  2. akhir januari lalu ke bromo bawa si supra. jalannya memang aduhai assoy gurih-gurih mantabh. tanjakan-turunan-tikugan berpadu dengan lumpur yang menempel di aspal. ๐Ÿ˜Ž
    sayang eksplorasi hari itu nggak sempurna. salah musim dan salah waktu datang kayaknya. sampe penanjakan kabut tebal. nggak sempet muter bukit teletabis. nggak sempet ke kawah bromo. ๐Ÿ˜ฅ
    tapi alhamdulillah di lautan pasir subhanallah uapik banget. ๐Ÿ™‚
    lain kali memang harus disambangi lagi. mungkin pake supra lagi untuk menuntaskannya taun ini atau taun depan. lalu besok kesana lagi bawa ford ranger 4×4 kalo udah berkeluarga. tentu harus belajar dari pengalaman sebelumnya. ๐Ÿ˜Ž

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s