Perjalanan ke Pulau Garam, Pertama Kali!


Selamat Siang Indonesia!

Hampir taun baru aja nih 😯
Gimana resolusimu (impian dan/atau harapan 😎 ) tahun ini? Terlaksana atau masih jadi wacana? 😈 . Yang belum terlaksana semoga terwujud, sedangkan yang sudah terlaksana, buat resolusi baru dong ya. Kan hidup selalu berputar, tetaplah semangat, karena semangat merupakan bahan bakarnya hidup 😎 .

Menyambung tulisan kemarin, seribuan pembaca setia ( :mrgreen: ) menghendaki adanya tulisan lanjutan. Yang mana perjalanan itu menyebabkan dua lembar per-daun kijang diesel patah. Iya, iya PATAH! 😈

Ini perjalanan perdana bagi sebongkah mesin diesel dua setengah liter 😎

ed1

Ini perjalanan beberapa bulan yang lalu, sekalian liburan idul fitri :mrgreen: . Bersemayam lama di folder draft. Terakhir saya tengokin, ini tulisanmulai dirubung laler 😆 :mrgreen:

Sebelumnya saya dan kedua penumpang (dalam hal ini adik dan mama 😎 ) mengunjungi rumah sesepuh di sekitaran Pulau Garam, Madura! 😎

Di pulau inilah per daun mbah cumi patah, pasrah atas kejamnya jalanan 😈
Aspal disini sebenarnya mulus-mulus om, ga beda dengan aspal Bali. Malah nyaman buat cruising dikecepatan tinggi 😈 😈 .

Kondisi seperti itu berbalik setelah memasuki wilayah perkampungan dan daerah-daerah ujung pulau, dimana aspal mulus hanyalah wacana semata 😆

Kebetulan waktu itu angkut tujuh orang penumpang, termasuk empat orang dewasa berperut buncit (termasuk saya 😆 ) , dan sepuluh karung beras berbobot bersih sekitar limaratus kilogram 😯 😳

Menganai keadaan per daun yang patah, baca disitu.

Kalo dijumlahkan, mbah cumi membawa beban sekitarnya delapan ratus kilogram! 😈

Beban segitu ga masalah ku kira, tapi..
ed5Jalanan yang dilalui seperti ini.

Jalan kampung biasa!?
Kalo ini?

ed3Baiklah, supaya lebih jelas :mrgreen:

ed2Ga panjang, cuma “beberapa” kilometer lah 😛

Untuk menambah penderitaan, kondisi geografis jalanan disini juga naik turun dan nikung kanan-kiri membuat suspensinya semakin liar 😈

Beberapa hari dipulau ini, dengan kondisi seperti itu 😦
Ga ada istirahat, dia harus menghantarkan penumpang dan sang tuan berhilir mudik mengunjungi kediaman handai taulan serta sanak-famili (kamu sakit disaat yang tidak tepat brooh! ) 😈

Selesai bertugas di pulau garam, ini cumi belum kapok juga 😈 .
Keluarga inti memutuskan berlibur ke Bromo, dengan tujuan mengarungi lautan pasir di kaki gunung bromo sana 😎

Kali ini ditemani Terios Hitam kelahiran 2012 (nek ra salah 😆 )

Dibikin bersambung aja deh, supaya situ enggak bosen baca cerita saya 😈
Kekuatan penasaran itu dahsyat 😈

Saya ada mainan baru nih, aplikasi editing foto. Gimana menurutmu? Bagus?

Iklan

14 thoughts on “Perjalanan ke Pulau Garam, Pertama Kali!

  1. saya pernah nyobain mobil ini,suspensinya jian nyuaman wes,panther saja kalah…(pernah nyoba panther jg)
    kalo lewat jalan yang seperti diatas,mestinya sih nggak begitu terasa goncangannya. 😛 😛

  2. saya belum pernah ke sana,om..meskipun nyonya asalnya juga orang sampang..,tapi lahir dan besar di jawa..
    saya sendiri malah pengin main ke sana sebenere.. 🙂

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s