Ketakutan Berlebih Ketika Makan di Perjalanan Luar Kota


Selamat Malam Indonesia!

Ini respon terhadap tulisan om Arantan, disini :mrgreen:
Kalau beliau ketakutan ketika jual-beli kendaraan bermotor, saya sih ketakutan digebuk harga sesaat setelah selesai menyantap makanan dan minuman diperjalanan :mrgreen:

Kebutuhan yang satu ini memang mutlak adanya, apalagi pikiran dan fisik diforsir diperjalanan. Meskipun itu hanya jarak dekat, Jogja-Madura misalnya :mrgreen:

up5

ilustrasi :mrgreen:

Nah yang jadi masalah adalah ketika kita lapar lalu mencari sebuah rumah makan ataupun  restoran di negara antah-berantah di tengah perjalanan (yang tentu saja kita tidak tau rasanya, apalagi harga 😯 ).

Kasus diatas benar adanya om, terjadi ketika saya dan seorang kawan (sebut saja Yosi) melakukan perjalanan ke Bali beberapa saat yang lalu. Dimana pada saat itu kami belum pernah menginjakkan kaki di pulau yang sering disebut Pulau Dewata itu 😎 .

Saya dihantui ketakutan itu om, ketakutan akan pukulan harga (digetok,ditutuk, harga dinaikkan dengan tidak semestinya),sedih rasanya 😦 . Okelah kalo memang rasanya memang enak dan mantabh (selalu ada BH! :lol:), lha kalo ga enak lalu dimahalin. Kan singo! 😡 😈

DSC03198

ilustrasi 😆

Karena muka saya ini muka tembok, ga jarang nawar harga :mrgreen:. Nasi Jenggo yang biasanya empat ribu, ku tawar tiga ribuan 😆 (ternyata harga standarnya cuma dua ribuan 😦 ). Saya keterlaluan memang 😈

Tanya harga dulu.
Kalo dirasa tak sesuai antara harga dan porsi yang disajikan, enggak usah malu untuk pindah tempat om 😈 :mrgreen:. Tak peduli itu berombongan atau cuma berdua-bertiga, apalagi kalo yang bayar saya 😎 (saya ini tipe pria cermat dan hemat 😛 ).

Ekstrimnya ya, walaupun sudah tau harga sebaiknya langsung dibayar saja. Kayak sistem resto cepat saji, pesan lalu bayar :cool:.

Soalnya pernah kejadian  tuh, seorang teman yang sedang piknik ke pantai Parangtritis pesan Indomi. Tertera seharga limaribuan, dipesanlah dua porsi. Selesai makan, bayar sepuluhribu. Si pedege nolak, semuanya duapuluh ribu katanya :shock:, si kampfret tadi pake alasan kalo daftar harganya itu daftar harga lama yang sudah gak relevan dengan dinamika kehidupan bermasyarakat dewasa ini 😆 berlaku lagi.

Indomi sudah bersemayam diperutnya, ya sudahlah. Merupakan Indomi paling mahal semenjak dia hidup di dunia yang fana ini :lol:. Mosok iya dimuntahkan lagi 😳

???????????????????????????????ilustrasu 😈

“Untungnya” masih uang kecil 😉
Lha kalau bawa rombongan kan berasa juga tuh 😉

Salam cermat dan hemat 😎

Iklan

45 thoughts on “Ketakutan Berlebih Ketika Makan di Perjalanan Luar Kota

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s