Indonesian Ducati Week #1, Yogyakarta


Selamat Siang Indonesia!

Akhirnya bisa naikin ini tulisan:mrgreen:
Tersebutlah tanggal 15 Juni kemarin, beberapa batang perwakilan KOBOYS (dah ngerti koboys toh?!😎:mrgreen: ) menghadiri event komunitas Ducati. Kegiatan ini terselenggara akibat ulah PT. Supermoto Indonesia dan Ducati Owner Club Indonesia (DOCI). Eh, ini acara adalah yang terbesar di tahun ini😯

Berbagai keseruan bisa situ temui. Mulai dari rilis lima varian terbaru motor Ducati, penampilan grup band /Rif, female DJ, sexy dance, body painting, pemilihan Miss Ducati dan tentu saja test ride Ducati😎

Ha kapan lagi bisa ngangkangi motor perebus telor kenjank nan besar seperti ini:mrgreen:

Enggak cuma acara berbau pesta pora tok. Ada juga donor darah (satu kantong darahmu bisa menyelamatkan empat nyawa :!:), santunan ke yayasan yatim piatu, serta edukasi mengenai pentingnya safety riding -berkendara yang aman. Supaya jalanan tak menjadi ladang pembantaian nyawa-nyawa para pemakainya😈.

Pemilihan acara perdana Indonesia Ducati Week di Yogyakarta enggak asal pilih om, tapi dimaksudkan supaya memudahkan Ducatisti -pemakai Ducati untuk berkumpul. Kan secara geografis ada di tengah-tengah😉. Yang dari barat Indonesia dekat, yang di timur juga enggak kejauhan😛. Secara budaya-pun Yogyakarta sangat kental dengan Indonesia, tak lepas karena penduduknya yang berlatar belakang berbagai suku dan bahasa.

Pusing liatin huruf, hah!?😆😈
Sinih tak bagi gambar-gambarnya😎

Welcome to the red planet, welcome to Ducati world

1Darah itu merah jenderal!

2Yang ditutupin itu mau di-launching

Ada lima varian terbaru!
Multistrada S Sport, Multistrada S Touring, Hypermotard, Hypermotard SP, dan Hyperstrada.

3Psst, ini sebenarnya Mulstistrada S Touring

4Entah tipe yang mana, saya lupa.Ini varian terbaru😛

6Disela-sela acara.
Diavel memang mantabh (bh!!! :!:)
Meskipun bukan tipe saya:mrgreen:

7 (2)Ketika JECmenjadi parkiran😆😈

7#bukan_fatamorgana
ini memang mongtornya polisi!

8#bukan_pajangan_ternyata_bisa_jalan
toooot tot.. ngen.. toooot!!!

Ada satu yang spesial, entah tipe yang mana saya ga paham. Tapi ini Ducati benar-benar jatuh bangun untuk menghadiri perhelatan ndahsyat ini😯

10Saya suka noda lumpur sehabis perjalanan panjang😛😎
Cuma lumpur? Cermati lagi..

11Sepertinya setelah mengalami kecelakaan ringan, disekujur tubuhnya banyak bekas luka.

Blok mesin juga sedikit retak, semoga enggak mempengaruhi fungisnya😎
Tapi kan cewek lebih menyukai lelaki berbekas luka, mosok cowok mulus-mulus aja:mrgreen:.

Ngemeng-ngemen cewek:mrgreen:, ini lho tak kenalin cewek. Sebut saja Rista, entah namanya atau cuma nama samaran:mrgreen:. Dia adalah “kanvas” pada sesi body painting.

Eh tapi, situ janji dulu. Jangan bilangin nyonyah😳 .
Bisa-bisa saya diboikot ngunyah lasagna sadap nan mantabh (BH!) bikinannya😳

12Katanya sih duapuluhtiga tahun😉

Semoga saja bukan janda beranak satu yang mengaku-aku😈, jeng Rista ini tahan dalam posisi ini setidaknya selama dua jam. Hih, apa gak pegel itu punggung😯.

Entah gimana bentuk latihannya, tapi ini mantabh (BH item!!!:mrgreen: )

13Duh dek..

14Hampir jadi om, wuih..
Mulus! Mulus gambarnya, masnya memang ahli menggambar:mrgreen:

Puas menikmati seluruh lekuk tubuhnya proses melukis diatas kulit, saya beranjak ke bagian yang paling dinanti-nanti. Test ride dong ya! Mau ku bandingkan performa dan kenyamanan Ducati 1198 SP dengan Vario tua bikinan Honda-ku itu😈

Ada dua macam varian, sebuah Panigale, dua ekor 1198 SP.

pinjem dari sini:mrgreen:

Ya sudah, Ducati 1198 SP dikangkangi sajalah😎
Empatratusjuta rupiah (sumber) dibawah selangkanganku, rasanya keras.
Busa jok tipis, enggak setebal dan senyaman Vario-ku itu:mrgreen:
Vario win.

Sebelumnya mancal mau ku rubah mode-nya, sport-eco-comfort-dll, entah sayanya ga bisa atau mungkin setingan dikunci di mode comfort (meminimalisir kecelakaan).

Semi jinjit balet, saya pelintir selongsong gas banyak-banyak. Tentunya diimbangi lepas kopling sangat perlahan. Hih, suaranya nggahar! Saya bergerak perlahan..
Ah tetep enak Vario tuaku itu. Ga pake kopling tangan langsung mancal dan kakiku napak sempurna:mrgreen:. Vario win.

Mungkin kecepatanku cuma 30 kpj,saja. Kayak balita belajar roda tiga:mrgreen:
Ah biarin, yang penting sayanya nyaman dulu😆

Lalu dicoba narik ini mongtor, duh dek.. Ini sih bukan jambakan setan lagi, seolah-olah nyawamu lepas dari raga😆😈. Ducati 1198 SP win, varioku ga iso lari. Sudah tua memang😆

Baru dua atau tiga puteran, he lhadalah telorku ga nyaman. Mungkin setangah mateng. Hih, impotensi kalo tiap hari ngangkangin yang beginian😆. Vario win lagi, lha gimana gak, mesin e dibawah jok tebal dan nyaman itu:mrgreen:

Setelah selesai ngiter-ngiter lintasan micro barusan, matikan mesin. Turun dari ini mongtor, sensasi getaran di selangkangan masih berasa. Tangan juga pegel, akibat posisi tubuh yang nunduk. Tangan menahan berat tubuh:mrgreen:
Vario win lagi😎

19bidikan om ganteng, aluvimoto

Apa iya si Nyonyah masih mengenaliku, ketika aku datang kerumahnya membawa Ducati 1198 SP!?
Penak vario-ku, yek😈

Pada tulisan selanjutnya, saya bernostalgia dengan Jimny Jangkrik, kekasih yang dulu hilang kini tlah kembali pulang😛

5 thoughts on “Indonesian Ducati Week #1, Yogyakarta

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s