Aspal Wonolelo itu Nikmat!


Selamat Malam Indonesia!

Sampailah pada saat yang berbahagia dengan selamat-sentausa..:razz:
Saya dinyatakan lulus pendidikan hukum, nambah dua huruf dibelakang nama pemberian orang tua..:cool:

Merupakan perjalanan kesekian kalinya, menjelajah aspal Wonolelo, sebuah wilayah di antara kaki gunung Merapi dan Merbabu.
Dibawah naungan Provinsi Magelang, tempat dimana saya pernah KKN, saat itu 😳
Jadi ya sedikit banyak tau seluk beluk wilayah ini.

Sebelumnya saya pernah membahasnya di tulisan ini πŸ˜‰

Hmm, keindahan alamnya memang luar biasa!
Tuh, jadi banner blog ganteng ini πŸ˜†
*karena ada saya didalamnya :mrgreen:

Apa ya..
Oh iya,perjalanan kali ini adalah trip-balas-dendamnya-si-nyonyah!
Lha itu, gak diajak #supertrip ke Bali beberapa waktu yang lalu :mrgreen:

Mungkin dia mulai addicted sama yang namanya touringΒ (eh salah, touring kan pake sirine yak 😯 πŸ˜† 😈 ) bike-packer..

Jadi..
Itu velg 14″ diputar sajalah! 😈

Kami sempat menyeruput mall pertama dan satu-satunya di Magelang loh..
Itu, namanya Mall Artos..

Megah, dan menarik.
Apalagi buat penikmat mall sejati seperti kami!
Mari mencuci, mencuci mata dengan sabun bebas busa yang namanya etalase itu πŸ˜†

Sebelumnya boots legendaris itu kami abadikan dulu πŸ˜‰


Jarang-jarang loh, boots masuk mall
Muahaha πŸ˜†

Menurutmu kami pasangan unik? (kalo gaboleh dibilang aneh!)
Pake boots ke mall dan jadi pusat perhatian makhluk homo sapien di tempat itu πŸ˜†
Banyak yang bilang gitu πŸ˜†

Oh, saya menemukan sepasang onggokan berwarna coklat!
So excited! (atau semacamnyalah!)

Ya!
Mereka bagaikan berhala bagiku, menghipnotis dan memerintahkan si otak kecil untuk segera menyembah dan memilikinya!

Suatu saat nanti, kau pasti berada di sudut gelap kolong kasurku!
I dare you! (atau semacamnyalah!)
Psst, dia segenerasi dengan piaraanku yang ini..

Kemudian sampai di taman Badaan!

Afu, ra niat nulis!

Lha terserah saya toh πŸ˜† 😈
Ternyata disini itu semacam ruang terbuka hijau gitu oom, paling cocok buatΒ ndulang (menyuapi) balita-balita tak berdosa itu.
Banyak dijumpa ibu-ibu muda mengencani anaknya masing-masing 😳

Disini ada menu setempat loh, dinamakan bakso kerikil (di Godean sebenernya sih πŸ˜‰ )
Saya rekomendasikan ditempat pak … (siapa ya, lupa πŸ˜† ), dia tepat disamping patung singa warna kuning garis-garis loreng.Β Paling lezat itu πŸ˜‰

Hap.. Hap..

Tiba-tiba sampai sebuah jembatan, dulu pernah kesini.
Ya itu, yang jadiΒ header blog ini.
Pernah kesini sewaktu sedang dibuat, dahulu..

Uhuk, jembatanya asik sekali 😯
Jembatan gantung terayun ketika dibebani, terseok seirama angin sepoi.
*ahak, asik banget kalimatnya :mrgreen:

Sayangnya disini ramai.
Ada penjual indomi yang mengais koin di keramaian ini..
Ada pemabuk..
Ada pula seorang pemuda yang merelakan jiwanya dijadikan tumbal dalam pemotretan ini, mengabadikan kemesraan kami (hasilnya buat konsumsi pribadi aja sih, daripada terpesona kegantengan saya :mrgreen: )
Ada juga serombongan pulsar yang sukses bikin si nyonyah histeris, histeris karena si jembatan goyang kesana-kemari πŸ˜‰

Heik, varput gak mau kalah!
Benar-benar afu gumpalan jok beroda ini! 😈

KanΒ photo session perlu ketenangan πŸ˜†

Kemudian diputuskan untuk kembali bertualang, demi sebuahΒ spot untuk berfoto-ria πŸ˜†
Kami menyeberangi ini jembatan, masih diselimuti pandangan takjup makhluk homo sapien itu.
Takjup melihat sepasang manusia ber-boots ini 😈

Nah, ada jembatan kedua!
Awesome! (atau semacamnyalah!)

Jembatan serupa, tapi gak pake kerumunan homo sapien itu 😎

Momennya pas, jatidiri si nyonyah enggak terungkap 😎
Dengan leluasa, saya menumpas kejahatan 😎

Kejahatan!?
Wooo!

 

Cukup banyak ambil gambar disini, sempat terhenti..
SeekorΒ Colt DieselΒ melintas, dibebani tumpukan kayu bakar.
Pastinya ini jembatan susah payah menahan beban itu 😦

Sempat ngobrol gak jelas sama pekerja jembatan :mrgreen:
Obrolan khas masyarakat Wonolelo, ramah-humoris-dan bersehabat (bahkan keluarga!)

Ah, sesi foto usai mari bertualang..
Melewati punggung bukit, mencari jalan untuk digilas kedua ban mungil metik tuaku!

Daaaaan!

Saya menemukan anyaman bambu, subsitusi aspal mulus yang biasa dinikmati si Varput!
Mari diterjang..

Tapi, si nyonyah harus turun.
Daripada kenapa-napa ditengah jembatan “kokoh” ini.

Antara ngeri lihat bongkahan batu raksasa dibawah dan rasa tanggung-kalo-balik.
Si anyaman bambu harus merelakan tubuhnya digilas varput, muahaha πŸ˜† 😈

Daaaaaaaaan..

Masih ada jembatan kedua sodara!
Kali ini ga begitu dalam, tuh pemuda setempat aja berani.
Ckckck, memang bakat alam mereka :shcok:

Jikalau mereka bisa melibas berdua dengan aman dan damai, kenapa saya enggak!
Baiklah, si nyonyah di angku kembali!

Tentunya diberdayakan sebagaiΒ on-board camera πŸ˜† :mrgreen:

Akhirnya perjalanan usai..
Tamat..
Muahaha πŸ˜† 😈

Belum ding :mrgreen:

Kami sempat menggerogoti jagung bakar dan beberapa lembar tempe mendoan di sekitar Β ketep pass..
Sebuah perjalanan nikmat, ditengah penatnya rutinitas kota!

Buat saya, liburan itu ga harus mahal 😈

Wiwik Sagita!!!
Tamat :mrgreen:

 

 

 

Iklan

23 thoughts on “Aspal Wonolelo itu Nikmat!

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s