Supertrip! Jogja ke Bali! II


Selamat Malam Indonesia!

BAB II
ADA COBAAN, HALANGAN, dan GODAAN!

Setelah perut terkondisi, perjalanan di lanjuuuuut!

Jalanan mulus dan lurus ๐Ÿ˜›
Semangat menuju Pulau Dewata membawa metik 110cc ini melaju kencang.
Jarum speedometer sempat menyentuh angka sembilanpuluh kilometer per jam, sebuah pencapaian luar biasa ( :mrgreen: ) mengingat umur yang tergolong uzur (menurut si Mamah ๐Ÿ˜† )

Hingga suatu ketika, bung Yosi memberi kode untuk mencari bengkel Yamaha terdekat.

Ternyata eh ternyata bohlam lampu utama putus, jikalau hanya mengandalkan lampu jauh pastinya mengganggu kendaraan dari arah berlawanan.

Bengkel Yamaha berdiri megah, terlihat dari kejauhan.

Mengajukan keluhan, dan Bohlam baru-pun terpasang rapi pada headlampย Jupiter MX generasi pertama ini ๐Ÿ˜‰
Walaupun berdiri di jalur luar kota, bengkel ini tergolong lengkap.
Termasuk fasilitas internet dan air minum gratis sepuasnya ๐Ÿ˜ฏ

Tak membuang kesempatan, botol air mineral bervolume satu liter kembali terisi penuh.
Karena perjalanan kali ini menerapkan prinsip low budget – berbiaya rendah, maksimalkan fasilitas atau apapun itu yang berbau GRATIS! ๐Ÿ˜†

Windshieldย  KYT RC seven terbuka sepenuhnya, udara pagi sungguh menyegarkan!

Di daerah Mojokerto, saya memimpin.
Udara berdebu dan jalanan yang bergelombang memaksa kami bergerak perlahan.

Kemudian, bung Yosi menyusul dengan kecepatan tinggi ๐Ÿ˜ฏ

Hey, whats wrong dude!? (atau semacamnya-lah ๐Ÿ˜† )

Kembali memberi kode untuk menepi.
Ternyata seorang “makhluk ber-rompi hijau” menguntit perjalanan ini, sejak dari tikungan nikmat yang tadi kami lewati.

Hell, yeah!
Mari berurusan!

Hmm,ย “makhluk ber-rompi hijau” memeriksa surat-surat dan kondisi kendaraan yang kami gagahi :mrgreen:
Untuk vario tua, lolos ๐Ÿ˜Ž

Tapi, malang ๐Ÿ˜ฆ
Jupiter MX bung Yosi dinyatakan melanggar!
Melanggar ketentuan mengenai ketinggian ban, siย “makhluk ber-rompi hijau” berargumen bahwa ban yang digunakan termasuk ban tipis dan dapat membahayakan diri maupun orang lain.

Sempat debat beberapa saat, lalu terpaksa merelakan tiga lembar biru beralih kuasa ke negara, eh kantongnya (you know laaaah ๐Ÿ˜ˆ )

Ini merusak moodย ๐Ÿ˜ฆ
Selain udara panas, sekarang ditambah masalah barusan ๐Ÿ˜ฆ
Apa iya sampai Bali!? ๐Ÿ˜ฆ

Cari minuman dingin, segarkan hati yang panas.

Yup!
Cari minimarket terdekat!

Yeah!
Segaaaar! ๐Ÿ˜‰

Matahari mulai beranjak petang, gas harus di pelintir dalam-dalam.
Melintasi hutan, bermotor, dan gelap itu paduan sempurna.

Mencekam!

Dari kejauhan tampak dua cerobong asap buesar!
Ya, itu PLTU Paiton.

Cemas!
Khawatir gangguan keamanan karena kondisi jalanan yang sepi, dengan rasa penasaran untuk mengabadikan momen langka ini ( ๐Ÿ˜† )

Foto cakep, jepretan bung Yosi.
Sambil diliputi kecemasan ๐Ÿ˜†

Saat melintasi hutan, kabut mistis menyelimuti perjalanan ini.
Seperti perjalanan saya, waktu itu, saat melintasi jalur alternatif dieng-jogja.

Secepat mungkin melintasi wilayah ini.

Daaaaan..
Bertemu sesosok orang gila marah-marah pula, untungnya dipinggir jalan.
Wuih, horor juga hutan ini.
Pada dibuang di hutan itu orang gila ๐Ÿ˜ฏ
Ada tuh, kalo enam orang!

Kemudian, cahaya matahari benar-benar hilang..

Gerobak nasi goreng sudah menyambut ๐Ÿ˜›

Wuelah, nasi goreng sadap dan penunjuk jalan tjantik itu doping semangat yang baik :mrgreen:

Sempat dikasih tips, supaya ga lewat hutan Baluran malam-malam ๐Ÿ˜‰
Bahaya kriminalitas katanya..
Baiklah, dimengerti ๐Ÿ˜›
Eh, nona tjantik ini menggagahi Satria FU loh.

Ra penting!

Sempurna!

Berhubung dilarang melintas, kami sepakati untuk mencari “hotel” terdekat.
Selongsong gas diputar perlahan, sambil memilah “hotel-hotel” yang ada.

Kemudian dipilih satu yang terbaik!

Fasilitas termasuk pompa bahan bakar, toilet bersih-terawat, dan keramahan para karyawan-karyawati.
Ya, keramahan!
Kami diperbolehkan menguasai ruangan ini ๐Ÿ˜›

Karena hasratย low budgetย menggebu-gebu ๐Ÿ˜† :mrgreen:

Dan..
Malam itupun kami terlelap, bersahabat dengan aroma premium-pertamax-solar..

Kriiiiiiiing.. kriiiiiiing.. keriiiiiiing..

Alarm dari Sony Ericsson Naite menyalak!
Telihat pukul lima pagi, saatnya melanjutkan perjalanan.

Mandi dan persiapkan kuda peminum premium
Nyalakan lampu utama.

Blaaaar!

Sesosok tubuh berselimut sarung dan beralaskan kardus seadanya tersapu nyala lampu 2x25w dualย keen eyes vario tua ini.
Ternyata sang karyawan merelakan tubuhnya tersapu angin malam. Mengorbankan kenyamanannya, agar kami beristirahat dengan lelap ๐Ÿ˜ฆ

Momen ini cukup mengharukan, bung!

Tarik selimut lagi, perjalanan belum berakhir..
#supertrip

Iklan

23 thoughts on “Supertrip! Jogja ke Bali! II

  1. Nice trip ya mas, saya dulu wktu masih kerja di bali ya pulang pergi semarang -bali single rider on pulsar 200 cc. Rasanya riding sendirian jarak jauh emang menegangkan..tp itulah tantangan dan tuntutannya..hehe. Semoga selamat sampai tujuan.

    Ngiri..jd kangen Pengen lagi aq ..hhuuaaa

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s