Merasakan sedapnya Mizzle Power Tread!

Selamat Sore Indonesia!

Bukan iklan, hanya sekedar pengguna yang puas akan performanya :wink:. Postingan tak berbayar didekasikan untuk konsumen Indonesia :lol: .

Adalah sebulan yang lalu, ban IRC bawaan Jeung Meggy resmi diberhentikan dari tugasnya. Sejak 2009 setia melekat di velg Enkei bawaan pabrik. Sekitar 40ribu kilometer umurnya, 6 tahun! :shock:. Diakhir masa tugasnya ban IRC menunjukkan gejala geal – geol. Tadinya dikira laher bambu di poros swing arm yang aus, eh ternyata setelah ganti ban, nyaman lagi :wink: . Karet ban mengeras bisa jadi penyebab geal – geolnya itu.

Baca lebih lanjut

Dilema: bengkel resmi vs bengkel umum?!

Selamat Sore Indonesia!

Jumpa lagi setelah berbulan-bulan lamanya tanpa progress :mrgreen:, terakhir ketemu ditulisan ini yak (baru setahun yang lalu sih) :lol:

Makin kesini makin paham karakternya Jeung Meggy. Dia ini agak – agak alergi di sentuh mekanik bengkel resmi :twisted:, bukan tanpa alasan om. Beberapa kali ku bawa ke bengkel resmi malah enggak nyaman goyangannya :sad:,

Baca lebih lanjut

Dua fosil idup jalan-jalan ke Ponggok!

Selamat Siang Indonesia!

Beberapa bulan tanpa postingan nih, mulai terbiasa khaan :cool: . Begimana kabarnya om?! Masih mantabh to!?!? :cool: . Kali ini om Gasat mau kenalin temen baru Jeung Meggy, sama-sama fosil peninggalan jaman purbakala, tepatnya sebelum jaman es mencair :cool: .

Tereng teng teng teng..

Beliau adalah Yamaha RXZ generasi kedua, masih tergolong kendaraan roda dua yang syar’i,  pakai “kerudung” juga kayak Jeung Meggy :lol: . Kebetulan RXZ yang ini generasi kedua dari keluarga RXZ tepatnya berkoda 3UK1 (sumber), untuk ulasan teknis dan mendalam bisa mampir ke blog ini dan blog itu. Sesuai karakter mesin yang kecenderungannya enak diputaran atas-atas. Cocok untuk berkendara jarak jauh sehingga benar adanya penambahan “kerudung” diatas kepalanya, supaya tusukan angin tidak pas kena dada pengendara (setidaknya demikian).

Baca lebih lanjut

Menggunakan Flyscreen!

Selamat Malam Indonesia!

Ini masih berkutat pada “jilbaabs” yang terpasang dikepala Jeung Megi, sekaligus ralat, tulisan kemarin dicap sebagai windshied. Eh menurut forum ini, yang kupasang itu digolongkan flyscreen, beda di ukuran dan dimensinya saja.

LS-N2543_600ini flyscreen (pinjem dari sini) :cool:

Nah kalau yang guede seperti yang dipakai HD Road Glide ataupun Honda Goldwing bolehlah disebut Windshield. Flyscreen berguna untuk komuter di perkotaan, sangat ampuh menghela serangga-serangga yang beterbangan di kala senja :cool: :mrgreen: . Bisa dibilang flyscreen itu windshield versi minimalis, cocok buat motor tipe standard/street.

Situ menurut saja yah! :lol: :twisted:

Baca lebih lanjut

Memakai Wind Shield!

Selamat Malam Indonesia!

Jeung Megi, dilahirkan tanpa adanya wind shield, padahal rute sehari-hari memungkinkan untuk bergerak dikecepatan tinggi, yaah 60 km/jam bagiku termasuk kentjang :mrgreen:. Selain lengang, jalur motor terpisah dengan jalur kendaraan lainnya, rasa-rasa jalan tol versi mini dan gratisan, ehe. Selain itu persimpangan juga jarang, kalau pas dapet ijo semakin mantabhlah (BH!) itu. Meskipun pakai jaket, tajamnya angin jalanan mencabik raga ini. Langkah penyelamatan dilakukan supaya bagian dada terlindung. Maka dipasanglah wind shield ala Honda Goldwing gitu :mrgreen: .

ini sih wind shield beneran :lol: :cool:

Baca lebih lanjut