Dieng! Spesial basssah!


Selamat Malam Indonesia!

Jumpa lagi :cool:
Masih inget saya toh :wink:

Lupa!! :twisted:

Heik, lupa!? :shock:

Kenalan lagi kalo gitu :lol: :mrgreen:

Saya ini pria tampan (muntahlaaah.. muntaaah! :twisted: ), putra pertama dari dua bersaudara. Baru saja menyelesaikan pendidikan hukum, dan bercita-cita menjadi notaris rupawan dikemudian hari.

Hobi menulis dan berkendara kesana-kemari, apalagi mengangkangi kendaraan roda dua, uuh syahdu sekali :lol:
Makanan kesukaan!? Gak susah kok, yang berbau pasta dan pizza saya suka. Untungnya, si nyonyah sangat handal dalam menyajikan masakan italia ini :wink: . Beberapa resep pasta sadap nan manntabh  (pake BH!) bisa di cek disini!

Ehhm.. Ehhm…

Udah!?
Gek ndang! Jenggoten sek nunggu! :mad:

Lah, tadi katanya lupa!? :mrgreen:

Sudah.. sudah.. cukup perkenalannya, mari bercerita..

Kok judulnya basssah (“S”-nya 3! :shock: ) ?!

Adalah kelakuan tiga anak manusia, mengaku sebagai pecinta hujan :shock: . Tersebutlah Bung Yosi, saya, dan si nyonyah.

Yosi!? Masih ingat sama perjalanan yang ini.
Si Nyonyah!? Baru aja kemarin dibahas, disini.

Kira-kira dua minggu sebelum keberangkatan merencakanan  perjalanan kemari, ke Dieng! Bagi saya, ini perjalanan kedua kalinya, dulu cuma berdua (eh bertiga ding, kan ada varput) si Nyonyah beberapa waktu yang lalu.

Pergi jauh, keluar kota pas musim hujan!? Terdengar menyenangkan hah!? :twisted:. Pastinya jas hujan dan sepatu anti air wajib dipersiapkan, tapi bukan pakai si kulit cicak, tapi pake boots karet!

IMG_20130117_201738Kali ini, mempercayakan pada merk APboots Moto. Bukannya kemakan iklan, tapi harganya yang paling murah :mrgreen:. Sebaiknya pakai kaos kaki, supaya kakimu enggak lecet :wink:

Ga, panjang lebar..
04:30 pagi, tertanggal 24 Januari 2013 (bertepatan libur nasional), tiga anak manusia berbekal keberanian dan nyali baja (saya rasa memang berlebihan disini :mrgreen: ) meninggalkan Yogyakarta.

???????????????????????????????

Tentunya ibadah dua rakaat dulu sebelumnya :razz:

Jogja ke temanggung enggak pake lama, kan pagi. Jadi jalanan masih lengang :wink: . Sempat disiram segarnya hujang pegunungan, semangat cah SMA masih berkobar! Pancal tanpa jas hujan. Ga lama, lima belas menit ada tuh :razz:

Kemudian kembali cerah :wink:

???????????????????????????????Sebaik-baiknya kameramu, pemandangan aslinya lebih indah! :razz:

Takjub saya, gunung … (apapun namanya, saya ga tau) itu indah sekali. Tanpa selimut kabut. Benar-benar sadap nan mantabh bikinan-Nya!
Mungkin mukakku melongo, kayak balita yang liat temennya makan permen :mrgreen:

Kami beristirahat, isi BBM, cek sana-sini, ga lupa kameranya diajak beraksi :wink:

Daaaan.. Cekrek..

???????????????????????????????Yeah! Uncencored (malah kayak 3gp :mrgreen: )

Cerah tadinya.

Ga lama kabut menyambut, kami terkepung. Kabut-hujan memaksa untuk berjas hujan :shock: . Iya, belum sampai dieng lho. Mulai hujan-hujanan disini. Menyenangkan :cool: .

Tujuan pertama ke kebun teh Tambi! Disekitar sana ada pabriknya oom, pengolahan teh kualitas ekspor. Kabarnya, produk Tambi merambah pasar eropah itu :wink: :cool: .

Kemudian mesin 110cc dan 125cc ini menderu, beranjak ke tempat itu :razz: .

Tapi kok perutnya minta dicas ulang yak!?
Tiap sudut kota wonosobo disapu bersih, berharap ada makanan-berkuah-panas yang dapat kami santap.

Ternyata ga ada yang sesuai harapan.. :sad:

Mengangkakangi roda dua tanpa asupan energi itu bikin ga konsen :oops: , pancal terus. Berharap ada rumah penyedia makanan-berkuah-panas.

Akhirnya, ada!
Dapet disekitaran kebun teh, sebelum memasuki kawasan Tambi. Bolehlah kiranya bersantap dahulu :cool:

???????????????????????????????Itu mukaknya Bung Yosi, hell!
*kasur.. mana kasur?*

Mie rebus buat Nyonyah, para lelaki cukuplah nasi telur dengan beberapa potongan tahu kuning dan oseng tempe :mrgreen: . Ga lupa pesan teh puanas aseli daerah sini :cool: . Perutnya kenyang, matanya terang :wink: . Gilas lagi tanjakan disitu.

???????????????????????????????

Wuih, kabutnya mantabh (pake BH!) sekali.

Ga lama, masuk ke area Tambi.

Selamat pagi, Pak. Bisa saya bantu!?, pak Satpam menyambut.

Weladalah, malah disambut pak Saptam :mrgreen: , lalu saya utarakan maksud dan tujuan kami ke tempat itu. Untuk menjelajahi kebun teh dan melihat proses produksi teh Tambi :wink:

Mohon maaf, Pak, untuk hari ini sudah di-booking oleh anggota Polres Wonosobo. Sedang ada acara, gitu katanya pak Saptam.

Lho, tamu umum ga bisa masuk, Pak!? Saya ga mau kalah.

Mohon maaf, sudah dipesan, Pak Saptam berargumen.

Waaah, kucewa ini. Jauh-jauh kemari eeh ada acara yang mem-blokir akses pengunjung umum :sad: . Hmm, alangkah baiknya kalo kedepannya ada jalur khusus untuk wisatawan umum. Jadi tamu-tamu yang tanpa booking bisa tetap menikmati keindahan ini kebun :wink: .
Tadinya membayangkan kerumunan ibu-ibu pemetik pucuk teh, dan alat-alat mekanik di pabrik. Perlahan sirna :sad:

Tekad bulat, kami harus menjelajah kebun teh, apapun caranya!

Nanjak terus, hingga suatu titik, kami menyerah. Ga ada loket resmi, tapi ada kebun teh di kanan-kiri kami. Kebetulan ada warung nasi sekitar situ, numpang parkir sebentar :mrgreen:

Yahoi, kami ke kebun teh!

???????????????????????????????

Kabutnya enggak bohong! :shock:

Sebelum disemayaman ditempat parkir darurat :mrgreen:, varput minta gambar sama teman barunya, all new vario 2013 125cc PGMFI.

???????????????????????????????Disini, dinginnya jujur! :shock:

Jaket pertek di tambal rombi dan jas hujan, dinginya tetep masuk. Wuih, Indonesia memang menyenangkan. Ga sia-sia kami sampai sini :wink:. Bener, cobain dah!

Sampai sini hujan reda, cuma dibumbui gerimis tipis khas pegunungan :wink: . Jas hujan dilepas, mari bergembira!

???????????????????????????????

High quality jomblo, seorang pengusaha dibidang perangkat telekomunikasi :cool:

???????????????????????????????

Perlu dijelaskan!? :cool:

???????????????????????????????

Mahameru!
*5cm the movie fever*

???????????????????????????????

Harusnya ada segerombol ibu-ibu pemetik pucuk daun teh pilihan :mrgreen:

???????????????????????????????

Entah, apa yang mereka bicarakan.. :cool:

Ada pengalaman nih, sapa tau berguna buat situ :wink: :cool:

Jadi begini..
Karena sesi foto-fotonya sungguh sangat mengasyikan ga kerasa kunci kontaknya varput terjatuh :shock:

Wuaduh!

Jatuhnya disemak-semak pastinya :sad:, bisa lama ini. Disini mood riang gembira hampir punah. Liburan bisa rusak!
Ga pangku tangan, enam retina dikerahkan, susuri seluruh sudut dan rerumputan. Limabelas menit belum ketemu juga ini kunci :sad:.

Info aja oom, kuncinya cuma dicantolkan di saku kecil depan (jaman dulu untuk simpan emas, gitu katanya forum-forum)

jeansNah disitu saya selipkan kunci, bodoh! :lol:
pinjem gambar dari konveksi.web.id

Fiuh, untungnya lima menit berikutnya pencarian membuahan hasil :razz: . Kuncinya tergeletak begitu saja, berkamuflase sempurna dengan onggokan dedaunan kering :shock:

???????????????????????????????Sesaat setelah insiden hilangnya kunci, lega :razz:

Mood riang gembira kembali ke tititk tertinggi!

Pelajaran yang bisa dipetik:

  1. Perjalanan jauh, bawa kunci cadangan boleh dipertimbangkan.
  2. Simpan kunci ditempat yang aman, dan enggak mudah jatuh.
  3. Jangan panik, dicari saja pelan-pelan.

Kabut kembali lagi, gerimis berubah lebat. Bergegas ke warung barusan. Menghangatkan tubuh, sekalian kunyah tempe kemul dan segelas teh panas (tapi kok rasanya cuma hangat!? aah perasaan situ saja :mrgreen: )

2013-01-24-09-58-00_photohangatnya, terasa!?

Ini warung biasanya buat jujugan para pekerja perkebunan, harganya murah. Segelas teh dihargai limaratus rupiah saja. Kami sempat ga percaya. Setauku di Jogja, teh limaratus rupiah itu ya cuma di rumah makan padang Murah Meriah. Itupun enggak begitu manis :wink:

Penjelajahan kebun teh, selesai. Dilanjutan ke Dieng! Ingin menjelajadi kawah sikidang dan  candi arjuna, dalam kondisi hujan.

Ini momen langka! (harus dilestarikan supaya enggak punah :mrgreen: )

Hingga akhirnya kami tiba di kawah sikidang :wink: (untuk menyingkat waktu, sama kok kayak di perjalanan ini. )

Tips: Ga perlu ambil tiket terusan, dijamin ga selesai sehari. Tapi kalo fisikmu kuat, ambil dah. Hemat.

Iya, tiket terusan seharga duapuluh ribu rupiah untuk empat objek (telaga warna, kawah sikidang, dieng theatre, dan candi arjuna). Berhubung cuma dua tujuan, jadi ya ga pake tiket terusan :razz:

Sampai loket retribusi kawah sikidang, tertera sepuluhribu rupiah perorangnya untuk dua objek (kawah sikidang dan candi arjuna).
Negoisasi dengan si oknum, didapat harga sepuluhribu rupiah untuk tiga orang dan dua motor untuk satu objek (ke kawah sikidang saja).

Tadi katanya mau ke candi arjuna sekalian!?

Setelah menimbang-nimbang kondisi fisik dan kondisi alam, kami memutuskan untuk membatalkan kunjungan ke candi arjuna :sad: . Hujan terlalu deras, dan kondisi fisik terkuras karena menahan dinginnya hujan di pegunungan.

Tambi-kawah sikidang, lumayan juga. Untung menghangatkan tubuh ngeteh lagi dong, disekitaran lobi (hass, parkiran dink). Sambil ngemil kentang dan tempe kemul :mrgreen: . Lagi pula hujan lebat, sambil tunggu reda.

Kemudian hujan reda :mrgreen: (cepet yak :lol: )
Sesi foto kedua, kawah sikidang!

???????????????????????????????

Ternyata rame, dress code: Jas Hujan :shock:

???????????????????????????????

Yos, ngapain kamu!? :lol:

???????????????????????????????

Heik! :shock: , itu mukakku!? :shock: :twisted:

???????????????????????????????Kawah bocho(r)-bocho(r)!

???????????????????????????????Kamerapun, enggak mau ambil muka-muka manusia ini :lol:

Setelah ini, kami kembali ke lobi ( :lol: ). Hujan lebat kembali :shock:. Tigapuluh menit ditunggu, hujan ga menunjukkan tanda-tanda untuk reda.

Baiklah..

Setelah semua perlengkapan terpasang, kami melanjutkan perjalanan. Hujan deras sepanjang jalan, mengharuskan kami berjalan perlahan. Oh iya, dibeberapa titik aspal menunjukkan tanda-tanda akan longsor :shock: (cuma dibatasi drum bekas untuk pengaman! )

Untuk makan (siang) sore, kami menyempatkan ke warung mie ongklok langganan. Sudah tradisi, setelah santap mie ongklok dilanjutkan cari oleh-oleh. Hmm menarik, ada purwaceng yang legendaris itu disini (purwaceng!? tanya google yak :mrgreen: )

Dapet teh Tambi disini :wink:

Sensasi teh Tambi!? Tunggu di tulisan berikutnya :twisted:

IMG_20130125_190115

Hujan berhenti setelah kami di Magelang, bertepatan dengan waktu sholat maghrib. Cari musola dan pengisi perut :wink:

Tigaratus duapuluh enam kilometer perjalanan, sembilanpuluhlima persen diantaranya diguyur hujan lebat :cool:

BBM Jogja-Dieng PP

Vario “07 110cc: tigapuluhlima ribu rupiah untuk premium
Vario “13 125cc: duapuluhlima ribu rupiah untuk premium

Rutinitas, kami kembali!

About these ads

29 thoughts on “Dieng! Spesial basssah!

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s