Supertrip! Bali ke Jogja! VIII


Selamat Sore Indonesia!

Heran saya, perempuan kok suka belanja yak!?
Jago nawar pula :shock:

Lha cuma belanja di dua tempat, kemarin, capeknya kayak gitu!
Gimana yang belanja seharian? :shock:

Pencarian buah tangan dinyatakan usai, menemukan beberapa helai kain dan cinderamata lainnya :cool:

Maghrib, kami kembali lagi ke “penginapan”.
Bener loh, tenagaku terkuras sempurna.
Setelah mandi, kami terlelap.

Besok adalah perjalanan panjang!
Kami siap.. :cool:

*-___-*

Naiteku menyalak!

Waktunya pengkondisian kendaraan.
Semuanya di cek, termasuk volume pelumas.
Coba tengok dipstik..

Hmm, minyak sintetis bermerk enduro metik itu terkondisi prima :wink:
Pelintir selongsong gas!

Berkendara di Bali, subuh, itu mantabh (pake BH)
Ga ada yang namanya pengendara goblok yang jalan seenaknya, eh tapi digantikan liukan bus lintas provinsi. Disini, kewaspadaan harus dipasang di posisi tertinggi. Salah-salah, situ bisa kena gasak bus-bus gede itu :wink:

Oke, cek poin pertama dalam perjalanan ini.
Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar milik BUMN, tentu saja pertamina :lol:

Nah, itu ada handuk nampang di dek tengah varput :lol:
Maksudku sekalian di jemur oom, supaya cepat kering, kan sebelumnya mandi dulu. Biar ga ngantuk di perjalanan :razz:

Tadinya santai badai ga pake balaclava, eh lama-lama dingin loh!
Padahal visor KYT RC Seven tertutup sempurna, anginya tetep masuk :twisted:
Kemudian pasang balaclava dan minum beberapa “teguk” air mineral bermerk “alfamart”, murah, cuma duaribu limaratus rupiah saja :cool:

Kan ga tanya!

Sulah!
Tinggal baca juga! :twisted:

Kan pembaca adalah raja! :twisted:  :twisted:

*kemudian cipok basah para pembaca, satu-persatu, tanpa terlewat seorangpun :* :* :*

Iyuh, najis cetarrr ulala!!!! :sad: :sad: :sad:

Iya iya iya..
Terserah!
Mau dilanjut ga nih!!! :twisted:

Dipersilaken, nulis marah-marah itu bikin tulisan jelek loh :lol: :mrgreen:

Nah, kami berhenti..

Tuh kan, teman perjalananya truk dan bus besar gitu :wink: :cool:
Kayak gitu terus, sampai pelabuhan gilimanuk (manuk lho! :lol: :mrgreen: )
Jalanan sepi dan mulus, perjalanan ga berapa lama, gerbang gilimanuk tinggal beberapa langkah kedepan.

Itu sih kata ibu-ibu penjual nasi Jenggo yang terakhir kami nikmati :cool:

Ugh, ini nasi paling mantabh (pake BH) dimakan pas anget-angetnya oom :wink:
Masih mengepul gitu :razz: :wink:

Ini nasi Jenggo terakhir :sad:

Benar kata si ibu, gilimanuk tinggal sak plinthengan (sangat dekat sekali)
Masuklah kedua anak manusia ini ke lambung kapal penyeberangan ini, widih, cukup ramai ga kayak pas datang kemarin :shock:

Masing-masing kendaraan diamankan, supaya enggak ambruk saat kapal melibas gelombang ( :lol: )
Ini kapal lebih nyaman oom, begitu kami naik ke lobi utama (muahaha, lobi lho :lol: ) sudah tersedia seperangkat sound system lengkap dengan televisi empat belas inchi :wink:

Lha itu, dangdut koplo edisi religi yang didendangkan :mrgreen:
Mantabhnya berkali lipat ini :cool:
Asooooy pakde :cool:

Kursi penumpang terisi tiga per empat, ramai, mungkin karena kami berada disini :cool:
Banyak juga yang bawa balitanya, irama ketipung dan tangisan bayi itu sama sekali enggak enak :lol: :mrgreen:

Menit ke tigapuluh, sejak kami berada di kapal ini..
Gelombang sepertinya sedang pasang, angkutan pengganti jembatan ini terombang-ambing sepenuhnya.
Ya ngeri aja sih, biasanya naik feri ga kayak gini :shock:
Udah gitu ditambah alarm mobil yang aktif karena “goyangan” gelombang pasang, makin keraslah tangisan balita-balita itu :mrgreen: :twisted:

Kapal miring, Kapteeeen! :mrgreen:

Ditambah setengah jam, kami sampai..
Sampai di pulau penuh kesibukkan dan hiruk-pikuk keduniawian :cool:
Sampai di pulau penuh tjintah, penuh kenangan, penuh harapan :cool:

Hai pulau Jawa, kami kembali :razz:

Kemudian mampir ke mini market terdekat, menambah perbekalan yang mulai menipis.
Beberapa botol air mineral bervolume satu liter kami sertakan dalam perjalanan ke Jogja!

Perjalanan siang, dan kami melewati hutan baluran (lagi!)
Tentunya keadaan terang, afrikanya terasa :razz:

Hmm, suatu saat nanti harus jelajahi si afrika kecil :twisted:
Dapet referensi nih, silakan kalo ada yang berminat, ini nih.
Ya, suatu saat nanti cuk!

Puas menikmati si afrika kecil, jarum speedometer ga beranjak dari angka lumapuluh sampai enampuluh kilometer per jam.
Wajar sih, kan kami melintas di siang hari, banyak masyarakat yang beraktifitas.
Pelan-pelan saja, nikmati tiap inchi aspal Jawa Timur :wink:

Hingga pada suatu titik, persediaan air menipis dan matahari mencapai titik tertingginya!
Kami harus menepi..

Segelas air tebu cukuplah untuk mengembalikan semangatku..
Panasnya mbadai tenan, padahal baru jam 1000 pagi itu :wink:

Ga berapa lama, masih disekitar kawasan hutan lindung..
Terlihat asp putih membubung :shock:
Ada kebakaran hutan ternyata sodara :shock:

Dilereng bukit posisinya, jadi pemadaman dengan alat seadanya.
Pada pake karung basah tuh, kapan padamnya coba :sad:

Jalanan cukup panjang dan monoton, ga menantang.
Kemudian matahari nyaris kembali ke peraduanya (asek :lol: )

Mampir SPBU untuk kesekian kalinyah :mrgreen:

Sebenarnya tanggung oom, masih jam 1700 itu.
Tapi ya gimana lagi, daripada ntar kesulitan cari makan.
Kebetulan ada warung pecel lele, khasnya daerah sini.

Perutnya dimaksimalkan, makan besar terakhir.
Setelah ini ga ada makan-makan lagi :cool:
Persiapkan seluruh perbekalan, berhenti cuma untuk isi bahan bakar tok!

Eh, itu kaos kaki buat kantong kamera yak! :lol:

Setelah makan malam sore, putaran mesin kecil seratus sepuluh cc membawaku perlahan, kembali ke tanah kelahiran!
Malam ini harus sampai!

Memang ya, berkendara malam itu gak enak.
Apalagi sorot lampu varioku ga semantabh (pake BH) nyala lampu Jip keras itu :sad:
Cuma 5 meteran mungkin.

Suatu saat nanti, harus ber-HID! :mrgreen:

Lubang dan jalan bergelombang enggak terlihat, disekitar ngawi tuh paling parah.
Jadi ya jalan pelan-pelan saja, supaya enggak terperosok.
Kaminya nekat juga sih :mrgreen:
Ambil resikonya!

Indikator BBM kembali di titik terendahm, kami harus menepi :wink:

Tuh, keliatan cek poinku!?
Sesuai sama tips yang pernah saya bahas :wink:
Lha itu, acang (gadget) murahan si pengganti  peta, -galaxy y!
Pastikan sinyalmu HSDPA :mrgreen:

Di titik ini tenagaku tinggal limapuluh lima persen, lumayan sih, masih setengah dari kapasitas penuh :lol: :mrgreen:
Bakar rokok dulu, supaya matanya segar :wink:

Saat itu kami berada di sekitar daerah caruban, kota selanjutanya, NGAWI!

Lha ini, jalanannya semakin rusak!
Ambil lajur kiri jalanan berlubang penuh gelombang, coba agak ketengah  (kondisi jalan lebih mulus dan anti-gelombang) eehh di “teeet-tooot” bus-bus bermesin sangar itu :sad:

Pelan-pelan sih, daripada nyangkut di kolong bus (hiii, gak minta ya :twisted: )

Makin lama kok liyer-liyer gini yak!?
Reflek menghindar lubang juga berkurang drastis, beberapa kali velg 14 inchi varioku terperosok lubang. Moga-moga gak oleng ataupun peyang.

Ga fokus pandanganku, yang begini ini yang bahaya, sebenarnya ini sinyal minta istirahat. Dan harus segera dituruti.

Mau berhenti, eeeh kami sedang melintas ditengah hamparan sawah.
Kanan-kirinya sawah ga ada warung. Satupun! :shock:
Kalo asal berhenti, rawan perkosaan entar :sad: :lol: :mrgreen:

Sisa semangat tigapuluh persen, sisa tenaga duapuluh persen (kalo android, ada notifikasi supaya segera di-cas ini :wink: )

Tetep jalan perlahan, di kejauhan terlihat sesosok minimarket di tengah hamparan sawah!

Wah..
Kamu halusinasi cuk!
Muahaha! :lol:

Ndiasmu!
Sengantuk-ngantuknya saya, sangguplah bedain antara cewek mantabh (pake BH, eh, kok masuk yak :lol:) dan kambing betina bergincu!

Benar sodara, ini minimarket!
Judulnya Indomaret, dan kamu pahlawanku..
Kemudian menepi..

Buka helm..

Eih, matanya bung Yosi benar-benar merah.
Sepertinya dia menahan kantuk yang teramat sangat :shock:
Ga beda sama mataku, semerah pantat monyet :lol:

Ga berapa lama, sebatang classmild mengasapi tempat kami bernaung, tentunya masih ditemani air mineral satu liter yang habis dalam sekali teguk.

Bung Yosi minta waktu setengah jam buat memejamkan mata. Quick charge gitu :wink:

Bener, itu tidur..
Padahal disekitarnya ada kerumunan semut, tapi ya tetep nyenyak :cool: :twisted:
Gapapa sih, daripada dipaksakan jalan tapi kondisi ga memungkinkan :razz:

Classmild kedua terhbisap, fuh..
Apa iya malam itu sampai, hati kecil bercengkerama denganku..

Sudah setengah jam lebih limabelas menit, waktunya meneruskan perjalanan :wink:

Baru jalan lima-enam kilometer..

Bruaaaaaak!

Sesosok metik yamaha terkapar ditengah jalan, si pengendara (yang ternyata wanita :shock: ) diam tak bergerak.. :sad:
Para pelintas segera menepi.
Termasuk kami..

Aliran darahku meninggi, tegang saat itu :shock:
Ambil inisiatif lapor ke kepolisian terdekat, salah-salah nyawa si perempuan melayang, kan memindahkan korban kecelakaan ada prosedurnya (fragmen tulang setelah kecelakaan itu rentan).
Sedangkan kami ga ada kemampuan, ya sudah serahkan pada yang berwajib saja :cool:

Jauh , enam kilometer kemudian baru laporan sama polantas terdekat, daerah ini memang rawan ternyata. Termasuk pertolongan medis :sad:
Yah, semoga nyawa si perempuan tertolong :sad:

Gelap, lelah, ditambah kecelakaan live didepan mata pula :sad: :shock:
Cukuplah bikin nyaliku ciut, mampir lagi di SPBU sekitar perbatasan Ngawi

Sholat isya, dan menata hati, kebetulan ada warung kopi didepan SPBU.
Bolehlah sebatang classmild dipadukan secangkir kapal api panas.

“Kayaknya malam ini harus bermalam disini”, gitu katanya hati kecil.
Kecelakaan tadi bener-bener merusak mood :sad:

Berembug lagi dengan kawan seperjalanan, diputuskan untuk lanjut!

Kopi panasnya bikin mood naik, apalagi inget orang-orang dirumah -pastinya berharap semuanya baik-baik saja, termasuk kepulanganku yang tanpa kurang suatu-pun..

Inget si kecil runa dengan rambut keritingnya..
Inget si mama yang tadinya ga setuju dengan perjalanan ini..
Ingeti si Onyeng yang berkepribadian ganda (salah satunya kepribadian Squidward -,-! )
Inget si nenek yang sudah kubelikan daster ungu (unyu-unyu), pastinya beliau suka :wink:
Inget sang maniak BB, Socaaah!
Termasuk kedua om-tante yang mensupport secara materiil (seponsor gitu :cool: )

Heik, satu lagi..
Si nyonyah! Tukang masak, tukang foto, dan tukang bonceng yang baik :lol: :mrgreen:
Orang ini sudah mempersiapkan kejutan, saat kepulanganku nanti  :wink:

Sosok orang-orang terdekat membayang, dan..

LANJUTKAN PERJALANAN, Jo!

Rasanya tuh kayak iklan sprite!
Nyemplung kubangan air es yang sangat menyegarkan!

Mendadak kondisi mood mencapai titik tertingginya!
Jalanan gelap serasa diterangi HID limapuluh watt ber-projektor!
Keringat lengket enggak dirasakan

Jogja, saya segera menemuimu :wink:

Memasuki Sragen, jalanan semakin nyaman..
Selongsong gas dipelintir dalam-dalam, kecepatan dipertahankan di angka tujuhpuluh hingga sembilanpuluh kilometer per jam.

Kami menggila! :twisted:

Adrenalin mengalir deras, rasa kantuk sirna..
Jalanan Sragen hingga tengah kota Solo dilahap tanpa kantuk, penuh semangat saat itu :)

Hingga di sekitar terminal Solo, jalanan sempit dan berliku..
Kami berjalan pelan, dikejauhan ada sesosok bebek Honda melaju kencang, saya melihatnya dari pantulan kaca spion..

Hmm, ada yang ga beres.. :shock:

Bebeknya malaju beriringan dengan truk besar, sepertinya berkejaran..

Whuuuuuuuuush..!

Kami didahului..
Tamparan angin bikin oleng nih :lol:

Ga berapa lama kami berada di jalan utama kota Solo, didepan ada pengendara bebek Honda, kami disebelahnya..
Lampu lalu lintas menyisakan delapanpuluh detik merah..

Saat detik-detik menjelang hijau si pengendara (yang ternyata cewek, perempuan Jo!!!) bertanya pada bung Yosi!

“Mas, mau ke Jogja!?”, gitu katanya si cewek

“Iya, mbak”, sahut bung Yosi.

“Saya bareng mas..”, si mbak kelihatan gelisah :shock:

Bung Yosi menyanggupinya..

Hmm, misi pengawalan tampaknya..
Posisi kami saat itu..
Si mbak di lajur paling kiri, saya disamping kanan, dan bung Yosi menutup barisan di belakang..

Perjalalan Solo-Jogja yang beraspal mulus harus mengalah demi pengawalan. Kami bergerak perlahan di angka enampuluh kilometer per jam saja.
Rentetan klakson kapal truk berusaha memecah barisan..
Enggak peduli, kami beri sein kiri, supaya mereka mendahului kami..

Hingga kami memutuskan untuk menepi, kemihku penuh!
Air kecil ini harus segera dibuang :wink:

Ternyata ini perempuan seorang petouring eh bukan, bikepacker seperti kami.
Dia dari Malang, bermotor seorang diri, kemalaman pas sampe Solo..
Cerita juga, tadi pas disolo di godain sama supir truk..

Jadi memang kejar-kejaran tadi, melarikan diri dari godaan sopir truk :twisted:

Si perempuan bertujuan ke Babarsari, jadi ya pengawalan masih beberapa puluh kilometer lagi.. :wink:

Widih, untungnya itu perempuan bertemu kalian yak..
Padahal kesempatan kalian buat nikung ke semak-semak dan -you know laah- terbuka sangat lebar..
Kan dua pria dewasa dan seorang perempuan bingung adalah paduan sempurna untuk -you know laah- :twisted: :wink: :mrgreen:

Woooo, ndiasmu!

Kami kan pria tampan yang penuh sopan santun dan tolong menolong sesama manusia ..
Apalagi ada perempuan tjantik yang minta pertolongan :cool:

Afu, sombong tenan! :twisted:

Lha salah e, situ mancing-mancing :mrgreen:

Sekedar informasi sih, si perempuan ga dandan seperti perempuan, dia berkaos tangan-pakai masker-tapi sayangnya jaketnya pink, jadilah santapan sopir truk :sad:
Coba pake jaket kulitnya nyonyah, pastinya ga ada yang berani godain :wink:

Lha ini, jaketnya nyonyah..
Sangar toh :cool:

Eh iya, perempuannya tjantik..
Seorang keturunan..

Nah, akhirnya sampai di  jalan adi sutijipto..
Dia memutuskan memisahkan diri dari barisan, tak lupa mengucap terimakasih..

Sek-sek sebentar, ada yang kurang tuh!

Tepat sekali!
Kami lupa enggak kenalan, ga sempat tukeran nomer hape, ga sempat cium pipi kiri-cium pipi kanan  ga sempat tanya alamat (dimana.. dimana.. dimanaa.. ) :sad:
Sayang sekali sodara-sodara :sad: :lol: :mrgreen:

Baiklah perempuan-tanpa-nama, semoga selamat sampai tujuanmu..

Misi pengawalan dinyatakan berhasil..
Tanganku gatel selongsong gas minta di tarik dalam-dalam!

Jalan solo dilibas cepat, kayak run-away need for speed  mode dragrace!
Sepi tenan!
Pantes, lha wong jam 2345 saat itu (menurut Casio Edifice)

Kemudian sampai, fuh.. fuh..

Sampai!
Supertrip berakhir :sad:

Kerjasama dahsyat dua anak manusia, Jogja ke Bali dan Bali ke Jogja ga kurang sesuatupun..

Hey bung, supertrip selanjutnya ke Lampung!!?

Siaaaaaap! :cool:

#supertrip #selesai

About these ads

28 gagasan untuk “Supertrip! Bali ke Jogja! VIII

  1. 2000 kilometer sudah terlewati..dan di saat2 perjalanan pulang,pengalaman yg tak terlupakan adalah di saat mencicipi toilet di atas kapal..goyang2 jo..sadaph betul itu,bs bayangkan gmn kita harus mengimbangi goyangan tsb biar badan g ikut2an miring.wkwkwk :D
    #supertrip selanjutnya….to be continued…

    #supertrip

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s