O.M. SERA, Sebuah Sejarah


Selamat Malam Yogyakarta!

O.M. SERA, ada yang pernah denger? :mrgreen:
Yang jelas bukan oom-oom neh :twisted:, tapi salah satu grup dangdut beraliran koplo jap dan koplo tabla yang merupakan sub-stream dari dangdut koplo :cool: (emang e cuma rock aja yang punya sub-stream :mrgreen: )

Katanya tak kenal maka tak sayang :cool:
Yuk kenalan sama om SERA :cool:

SERA, adalah akronim
Orkes Melayu ini didirikan di sekitaran Jombang pada tahun 2003. Namanya terdiri dari gabungan 2 kata lo, SElera RAkyat, unik menurutku :cool: . Pada awal berdirinya kerajaan majapahit, SERA di pimpin sama seseorang yang bernama Moch. Sholeh a.k.a. Abah Sholeh

Hmm, akronimnya ternyata ga sesuai sama terget, yang tadinya untuk masyarakat kelas bawah, sekarang malah disukai semua kalangan.
Dan itu semua berawal dari ketidak sengajaan oom :shock:

Jadi, dulu pas show pertamanya, 20 September 2003. Eeeh gaa sengaja dokumentasi pribadi SERA kesebar :shock:, ga cuma di sekitaran Jawa Timur loh, tapi sampe go internasional (liwat CD bajakan :twisted: ).

Nah, mulai dari situlah SERA mulai dikenal :wink: .
Yang tadinya cuma dikenal disekitar Jawa Timur, perlahan namun pasti, mulai merambah sekitaran Jawa Tengah :twisted: .

Waktu itu, SERA satu-satunya orkes melayu (O. M.) yang berhasil menguasai pentas dangdut di sekitaran Jawa Tengah (yang mengilhami lahirnya dangdut pantura)! :shock:, jozz jozz :mrgreen:
Apalagi di sekitar pantura banyak dijumpai tradisi sedekah laut. Makin sering SERA tampil, semakin terkenallah mereka.

Sssst, bahkan disalah satu tv swasta nasional (orang pinggiran-TVone)  disebutkan kalo sekali pentas paling ga harus nyiapin mahar 15jutaan untuk mementaskan SERA, wow :shock:

Saya sendiri salah satu penggemarnya oom :oops:

Oh iya, lirik dari lagu-lagu koplo biasanya dari lagu-lagu pop. Kayak armada, d’bagindaz, ST12, ato malah Justin Bieber (saya ada yang judulnya Baby!, tapi dalam versi koplo :mrgreen: ).
Ga cuma alunan ketipungnya yang sadap, goyangnya  juga ga kalah “seru” :mrgreen:

Jadi, bukan untuk konsumsi yang di bawah umur :twisted:
*saya sendiri lebih menikmati secara audio (tanpa visual :mrgreen: ) oom :wink:

Semoga berguna..
Asssololeeey :razz:

Sumber: Disini, dengan sedikit penyesuaian :)

About these ads

22 thoughts on “O.M. SERA, Sebuah Sejarah

  1. Ping balik: Ke pantai Wonosari via Panggang! | blognya si oom!

  2. Ping balik: Kenapa pilih bengkel resmi?! | blognya si oom!

  3. Ping balik: Pajak lima tahunan itu lama! | blognya si oom!

  4. Ping balik: Ke Sarangan, Yuk! « blognya si oom!

  5. bukan untuk konsumsi yang dibawah umur? padahal biasanya yang nonton malah bocah sd, terutama pas manggung di resepsi pernikahan..

Ngomong dong, ngomong!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s